Okee brodiii, kali ini kita akan mereview buku mengenai seorang samurai yang bernama Kenshin. Eitsss tapi bukan Kenshin si battosai ya melainkan Kenshin sang daimyo legendaris dari kasugayama. Okee kalo gitu langsung aja kita bahas.
Uesugi Kenshin daimyo legendaris dari kasugayama
Penulis : Eiji Yoshikawa
Penerjemah : Ribeka Ota
Penerbit : Kansha Books
Genre : Fiksi Sejarah
Tahun terbit : Mei 2012
Jumlah halaman : 388 hlm
ISBN : 978-602-97196-8-0
Buku ini mengisahkan tentang perang Kawanakajima pada era sengoku jidai yakni peperangan yang mahsyur Antara Uesugi Kenshin sang daimyo legendaris dari kasugayama dengan rivalnya Takeda Shingen harimau dari Kai. Buku ini juga menggambarkan sosok Kenshin bagaimana dia mengayomi anak buahnya serta kebijakannya dalam mengambil setiap keputusan.
Bagian yang menarik pada buku ini menurut saya terdapat pada halaman 115, Disini Shingen benar benar sangat berhati hati dengan strategi Kenshin sampai membuatnya tidak tenang dan terus bertanya tanya dalam dirinya "apa maksud Kenshin dengan bermarkas di gunung saijo, apa yang direncanakan, dan apa yang dia yakini?" Pada bagian ini Kenshin membuat Shingen berpikir dua kali dengan taktik tanpa taktiknya itu sebelum dimulainya peperangan.
Salah satu tokoh yang menarik perhatian saya adalah anak buah Kenshin yang bernama saito shimotsuke, dia orang yang bermata buta pada sebelah kiri dan juga pincang, namun dia karakter yang cukup cerdas dalam berdiplomasi, hal ini dapat dilihat ketika dia menjawab pertanyaan anak buah Shingen saat dia menjadi utusan kenshin untuk memberikan surat kepada Shingen di Kofu, bahkan Shingen pun memuji shimotsuke karena kecerdasannya dalam menjawab pertanyaan dari anak buahnya maupun darinya.
Selain itu buku ini benar bnar seperti membawa kita masuk ke era pedang dan tombak serta senapan yang hanya mampu Mengenai musuh dalam jarak paling jauh sekitar lima puluh meter yang terjadi di negeri matahari terbit di zaman itu.
Menurut saya buku ini sangat menarik karena bisa menjadi pijakan awal terutama untuk yang ingin mengetahui gambaran era sengoku khususnya pada perang Kawanakajima. Sebab buku yang membahas era ini masih sangat jarang terutama yang berbahasa Indonesia. Terlebih pada buku ini juga kita diperlihatkan sikap saling respect antara kedua legenda samurai ini meskipun mereka merupakan rival.

0 Komentar